Sandara Park, Keteladanan Seorang Muslim Kaffah



Adib Rifqi Setiawan; Adib; Rifqi; Setiawan; AdibRS; Adib RS; ARS; Alobatnic; RMadhila; Scholaristi; Pelantan; Santri Scholar; Santri; Scholar; Santri Scholar Society; Godly cultured; 투애니원; 2NE1; 블랙잭; Blackjack; Kirana ♈ Azalea; Kirana Azalea; 박봄; Park Bom; 박; 봄; Park; Bom; haroobomkum; 박산다라; Park San-da-ra; Sandara Park; 산다라; Sandara; Dara; krungy; 이채린; Lee Chae-lin; 이; Lee; 채린; Chaelin; CL; chaelinCL; 정수연; Jung Su-yeon; 정; Jung; 수연; Su-yeon; Jessica; Jessica Jung; 24 March 1984; 12 November 1984; 26 February 1991; 18 April 1989; 26 March 1994;

Park San-da-ra [박산다라] (Dara) adalah sosok yang tak mujur-mujur amat. Sebagai member 2NE1, dia di-sandwich oleh Park Bom dan CL, malahan kerap disebut tak punya bakat laiknya Minzy. Sebagai main visual dari sebuah girl group, jelas Dara kalah cantik dibanding Yoona (Girls’ Generation) dan tak sekarismatik Jihyun (4Minute). Apalagi kalau Uhm Jung-hwa dimasukkan ke arena, lebih baik mendadak sibuk ditinggal khataman karya Tan Malaka saja.

Padahal jika ditilik lebih dalam, Dara merupakan sosok anshar terpenting baik bagi keluarganya, rekan-rekan di 2NE1 dan YG Entertainment, maupun dalam keseharian sosial. Sebagai seorang manusia, Dara selayaknya ditempatkan dalam peta yang lebih besar ketimbang dunia hiburan, ialah sebagai seorang anshar (penolong) sekaligus panutan kaum muslimin dan muslimat dalam bersosial. Dara pantas diletakkan dalam peta yang sama dengan Sandara pahlawan penting dua Korea (Selatan dan Utara).

Salah satu watak anshar terpenting sebagaimana yang dilukiskan Quran surat al-Hasyr ayat 9 adalah etos itsar alias altruisme, lawan dari egoisme. Seseorang berwatak altruis adalah sosok yang merelakan keinginan orang lain dibandingkan memenangkan ego pribadinya. Ini persis seperti gambaran kaum Anshar Madinah yang “menunda ego pribadi mereka” (yu’tsiruna ala anfusihim) demi membantu kaum imigran Muslim perdana (muhajirun), “sekalipun mereka punya banyak keterbatasan” (walau kana bihim khashashah).

Dara mengerti betul keterbatasan-keterbatasan masa lalunya tatkala menjalani keseharian sebagai imigran di sebuah barangay Philippines, Alabang. Pengalaman sebagai imigran mengajarinya akan pentingnya bekerja keras untuk mendapatkan sesuatu. Tapi itu dulu, tatkala Dara masih menjalani keseharian sebagai seorang papa yang membutuhkan penghiburan. Kini dia telah punya segalanya: materi, popularitas, kebahagiaan di sebuah agensi yang berpegang teguh kepada prinsip profesional tanpa melupakan hak personal dan kewajiban sosial: YG Entertainment.

Dara adalah sosok yang mulia. Di tengah dunia hiburan, Dara merupakan sosok anshar yang melayani dan dicintai kawan-kawan segrupnya. Sebagai pelantun 2NE1, Dara memainkan not-not yang pas di waktu yang tepat, yang membuat Bom dan CL leluasa berelaborasi sendiri semau-maunya, untuk kemudian berpadu bersama dalam karya mereka.

Dara seperti punya kejelian tersendiri sehingga mampu menilik lubang guna mengisi dan menautkan sesuatu yang kurang. Tanpa adanya lantunan suara Dara, karya 2NE1 lebih tampak sebagai peraduan Bom dan CL belaka, alih-alih perpaduan bersama. Lebih dari itu, wajahnya berhasil menyelamatkan muka 2NE1 ketika harus diperbandingkan dengan Girls’ Generation yang memang berwajah … seperti itulah bisa dilihat sendiri lah.

Dara benar-benar sosok yang altruistis, bukan sosok yang egoistis dan mentang-mentang dalam bersikap. Bom tak bisa melakukan hal ini, mentang-mentang suaranya paling kuat, semua-mua nada tinggi dimainkannya. CL, apalagi, mentang-mentang dia genius dan kaya akan rujukan, semua rujukan yang diketahuinya semau-maunya harus diikuti punggawa lainnya, termasuk mencukur bagian kiri rambut Dara menyerupai gaya rambut Skrillex persis seperti pernah ditiru oleh Avril Ramona Lavigne. Padahal andai Dara mau, dia bisa bilang seperti ini ke Bom dan CL, “Gue lebih cantik, lu lu semua gausah ikut di photoshot dan MV, muke lu bikin jelek 2NE1,” namun itu tidak dilakukan.

Sisi yang lebih mulia dari Dara bukan hanya sikap itu belaka. Selain altruistis, Dara juga sosok yang terbebas dari sikap syirik atau suka publikasi kebajikan. Dara memang mengaku sebagai sosok yang agnostik, namun dia memiliki kesalehan pribadi yang luar biasa. Wujud keterbebasan dari sikap syirik itu sebagaimana dilukiskan sebuah Hadis Nabi Muhammad adalah tatkala “tangan kananmu memberi tanpa diketahui oleh tangan kiri”.

Ketika sedang menerima gawean ke Thailand misalnya, diam-diam Dara membelikan Bom makanan ringan berbahan jagung. Kebaikan Dara nyaris tak terendus media (massa, sosial, dan petan) andai Bom tak menunjukkan pada khalayak. Tapi itu tak mengapa, bukan Dara yang hendak syirik, melainkan Bom saja yang kebelet pamer bahwa Dara itu shalihah.

Pula Dara tak memiliki sikap riya atau suka mengalihkan isu. Tak ada ceritanya Dara sengaja mencari perhatian media pengendus dunia hiburan K-Pop seperti dilakukan Park Bom tepat saat Yoona merilis Amazing Grace. Walau Dara mengerti bahwa ketika Yoona berhasil merilis lagu merupakan tamparan keras nan pedas buat seluruh Blackjack, namun dirinya woles saja tak panas hatinya seperti Bom. Padahal Yoona lah ancaman nyata buat Dara, bukan Bom yang tarungnya lawan Jessica maupun CL yang beradunya menghadapi Taeyeon.

Satu lagi kemuliaan Dara dibandingkan penghibur lainnya: soal kejujuran. Dara tak akan melakukan keculasan dengan mengubah bentuk badan yang diterimanya sebagai panah takdir dari Allah, demi mendapatkan keuntungan di dunia hiburan seperti yang kerap dilakukan Bom terhadap kedua buah dada beserta belahannya. Dara selalu menampilkan kejujuran, dari dulu wajahnya seperti itu, dadanya mentok segitu, bentuk badannya juga bisa dirumuskan dengan fungsi linear. Dara bukan tidak mampu melakukannya, dia memang tidak mau saja.

Jika hendak menggunakan hadis tentang etiket Muslim, kita dapat pula menyebut Dara sebagai al-amin atau sosok wanita yang dapat dipercaya. Muslim sejati, menurut sebuah hadis Nabi, sedianya akan selalu jujur dan takkan pernah melakukan keculasan hatta pada penampilan badan. “Man ghassya, laitsa minna!” tandas Nabi Muhammad. Orang-orang yang melakukan keculasan bukanlah bagian dari umat kami!

Jadi saudara-saudara seiman maupun tidak seiman, selain menikmati keindahan penampilan badan dari sosok Dara, sesungguhnya kita dapat pula belajar tentang kesalehan laku sebagai manusia tanpa perlu tahu menahu interaksi yang dialami dengan Sang Pencipta.

Pada Dara, setidaknya kita dapat belajar lima perkara. Pertama, cara  menjadi sosok yang altruistis, bukan sosok yang egoistis dan mentang-mentang dalam beragama. Kedua, selalu ringan tangan untuk menolong orang. Ketiga, mengulurkan tangan tanpa memanjangkan lidah maupun mengalihkan, tidak syirik atau pamer ketaatan pula tidak riya atau gemar mengalihkan perhatian, apalagi demi mengintimidasi pihak lain di dalam keseharian yang majemuk ini. Keempat, kerendahan hati sekalipun sudah berada di puncak ketenaran dan kesuksesan. Kelima, selalu jujur sekalipun banyak godaan untuk bertindak culas.

Dara dapat menjadi penolong atau anshar bagi kaum muslimin dan muslimat dalam cara menghayati agama dan menjadi manusia yang laras di tengah kebersamaan yang majemuk ini. Tapi bagi saya pribadi, Dara harus mampu menjadi anshar bagi alumni 2NE1 demi menuju kejayaan K-Pop selepas pergeseran kecenderungan dari musik ke drama, dan tahun-tahun mendatang. Masa ketika 2NE1 tak lagi beradu dengan Girls’ Generation, melainkan Dara akan maju sendiri ke medan laga menghadapi lawan kuat yang semakin memonopoli K-Pop, Yoona. Semoga saja. Amin Ya Rabb!